Friday, January 10, 2014

Sosialisasi Pemuda serta Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

Sosialisasi Pemuda Indonesia
Sosialisasi pemuda dalam arti proses pembentukan sikap social dalam berkomunikasi dengan masyarakat dan dengan orang banyak. Pemuda juga menjadi garda terdepan dalam pembangunan bangsa Indonesia mulai dari pembangunan Ekonomi Indonesia, Pembangunan Politik Indonesia, Pembangunan Perdagangan Indonesia, serta Ketahanan dan juga Keamanan Indonesia. Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut : Masa Pemuda : 15 – 25 tahun, sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk suatu pendekatan social terhadap masyarakat karena pemuda menjadi garda terdepan dalam pembangunan tidak hanya pada level kelurahan, kecamatan, dan walikota, tetapi sosialisasi pemuda juga dilakukan didalam pemerintahan negara. Sebagai contoh : Pada tahun 1990-1998 para pemuda dari seluruh universitas di Indonesia berunjuk rasa menuntut adanya revolusi di dalam pemerintahan negara.
Peranan Pemuda dalam masyarakat adalah Asas Edukatif, Asas Swakarsa, Asas Penyalahgunaan dan sosialisasi, Asas Persatuan dan Kesatuan. Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
Masalah – masalah dalam generasi muda dalah masalah yg timbul dari adanya pergaulan dalam masyarakat khususnya para pemuda, masalah yg timbul tidak jauh dari yg namanya Narkoba, Tawuran, dan Asusila selalu 3 ini yg menjadikan bahwa sosialisasi pemuda ini sia-sia. Apalah artinya kerja keras bila tidak didampingi dengan do’a dan harapan untuk menjadi pemuda yg berguna bagi bangsa. Seperti kata Ir. Soekarno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya tetapi Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” begitu hebatnya pemuda dalam pembangunan bangsa Indonesia

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
MASYARAKAT PEDESAAN
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuatsesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya. masyarakat di pedusunan (pedesaan) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Menjunjung kebersamaan dalam bentuk gotong royong, gugur gunung dan lain sebagainya,
2.    Suka kemitraan dengan menganggap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung ke rumah,
3.    Mementingkan kesopanan dalam wujud unggah-ungguh, tata krama, tata susila dan lain sebagainya yang berhubungan dengan etika sopan santun.
4.    Memahami pergantian musim (pranata mangsa) yang berkaitan dengan masa panen dan masa tanam,
5.    Memiliki pertimbangan dan perhitungan relijius (hari baik dan hari buruk) dalam setiap agenda dan kegiatannya,
6.    Memiliki toleransi yang tinggi dalam memaafkan dan memaklumi setiap kesalahan orang lain terutama pemimpin atau tokoh masyarakat,
7.    Mencintai seni dan dekat dengan alam.

MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu : •  Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.

•    Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
•    Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
•    Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
•    Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
•    Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
•    Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright (c) 2010 Belajar itu Indah and Powered by Blogger.